Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Mei 2009

5 Prinsip Viral Marketing untuk Pengembangan Bisnis Internet Anda

Oleh : Joko Susilo

Anda tahu istilah viral marketing? Benar! Viral marketing merupakan strategi yang digunakan untuk mendorong seseorang agar menyampaikan pesan pemasaran anda pada orang lain. Manfaatnya pesan anda itu terus menyebar dan meluas dengan cepat. Karena caranya yang seperti metode penyebaran virus itulah maka namanya disebut viral marketing. Bila strategi ini berjalan sukses, bisnis anda bisa melejit dengan sangat cepat.

Istilah kunonya, strategi ini kurang lebih sama seperti ungkapan jawa gethok tular alias dari mulut ke mulut. Tak bisa disangkal keajaiban promosi dari mulut ke mulut memiliki efek yang luar biasa. Karena orang lebih percaya apa kata teman dibanding kata iklan.

Sangat baik bila strategi ini juga anda terapkan dalam bisnis internet anda. Supaya dalam penerapannya bisa berjalan dengan lancar, kita perlu tahu apa saja prinsip yang mendasari viral marketing. Ini dia lima prinsip dasar viral marketing yang perlu anda ketahui.


1. Berikan produk dan layanan. Ini prinsip yang pertama. Untuk menarik minat penyebar pesan, anda bisa memberikan produk dan layanan gratis. Seperti layanan email gratis, produk informasi gratis, software gratis, promosi gratis, dan lainnya. Mengapa memberikan secara gratis? Karena pada dasarnya semua orang suka hal yang gratis, walaupun yang anda berikan sebenarnya tidak besar nilanya. So, prinsip pertama dalam viral marketing, berikan sesuatu terlebih dahulu, baru anda bisa menjual sesuatu!
2. Proses transfer informasi yang mudah. Virus sangat mudah berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Nah, anda harus menemukan media apa yang memudahkan virus ini berkembang biak? Transfer informasi bisa berjalan mudah jika media yang anda gunakan juga mudah digerakkan. Misal, lewat email, situs web, software, dan lainnya. So, sebarkan informasi produk anda lewat media-media tadi. Agar orang lain juga tinggal copy atau forward saat ingin menularkan informasi yang mereka terima. Semakin mudah cara penyebaran bisa dilakukan, maka semakin cepat pesan pemasaran anda menyebar.
3. Gali dan bangkitkan motivasi semua orang. Viral marketing yang sukses biasanya mengambil keuntungan dari motivasi yang dimiliki manusia. Apa saja motivasi yang dimiliki manusia? Menjadi terkenal dan mendapatkan uang merupakan dua di antara sekian banyak motivasi manusia. So, buatlah desain strategi pemasaran yang bisa membangkitkan motivasi orang banyak. Misal, buat system kompetisi untuk para viral marketer anda. Mereka yang paling banyak melakukan penyebaran informasi secara cepat menjadi pemenang dan mendapatkan hadiah!
4. Gunakan jaringan hubungan yang ada. Manusia adalah makhluk sosial. Ada yang mengatakan setiap orang sedikitnya terhubung dengan 10 orang. Bisa hubungan pertemanan atau keluarga. Bahkan ada yang punya jaringan sampai ratusan bahkan ribuan orang sekaligus. Banyak tidaknya jaringan yang dimiliki itu tergantung pengaruh dan reputasi orang tersebut. Nah, dalam viral marketing, anda bisa manfaatkan jaringan orang-orang tersebut untuk menyebarluaskan pesan marketing anda.
5. Manfaatkan sumber daya orang lain. Tak harus segalanya anda sediakan sendiri. Anda bisa manfaatkan sumber daya milik orang lain untuk membesarkan bisnis anda. Contoh, dalam affiliate program, orang akan dengan suka rela meletakkan teks atau grafis link tentang situs web anda. Anda bisa juga menulis artikel yang boleh dipasang di situs web atau blog orang lain dengan tetap menyantumkan URL anda. Prinsipnya, semakin banyak orang yang menaruh link anda di situs web mereka, semakin banyak jaringan yang anda buka. Berarti pula semakin besar kemungkinan link anda diklik pengunjung. Dan semakin besar peluang produk anda laku di pasaran.

Selama prinsip-prinsip di atas bisa anda penuhi, anda bisa melejitkan popularitas. Dan, bukan cuma itu, semakin besar peluang anda mendongkrak penjualan anda. Segera praktekkan strategi ini untuk bisnis anda.

Ya, selamat menyebar virus…

http://www.jokosusilo.com/2008/10/09/5-prinsip-viral-marketing-untuk-pengembangan-bisnis-internet-anda/

Klik disini untuk melanjutkan »»

4 Strategi Singkat Membuat Produk Informasi yang Menjual

Oleh : Joko Susilo

Setiap orang saya percaya bisa menulis. Menulis dengan sangat baik bahkan. Tapi kalau menulis yang menjual dan terus dicari orang, mungkin tak banyak yang bisa melakukannya.

Kini strateginya akan saya bagikan untuk anda semua. Anda penasaran? Ya, sebaiknya iya. Tapi pesan saya, setelah anda pelajari, tolong langsung ACTION. Agar ilmu yang anda serap bisa bermanfaat.

Ok. Langsung saja. Bagaimana membuat produk informasi yang menjual? Dan apa rahasianya?


Rahasianya adalah memiliki kemampuan menulis sama baiknya dengan keahlian marketing. Bukan zamannya lagi kalau seorang penulis hanya mampu menulis saja. Tapi juga dituntut untuk dapat memasarkan hasil karyanya, tanpa selalu hanya tergantung bagian pemasaran.

Banyak kasus membuktikan justru pemasaran yang baik mampu mendongkrak produk yang biasa saja. Sebaliknya, produk yang bagus tapi tanpa ditunjang pemasaran yang hebat, penjualannya menjadi tak terdongkrak. Idealnya memang kedua hal tadi sama baiknya agar bisa saling mengisi. Dan yang lebih penting lagi, tak membuat pembeli kecewa.

Nah, kini yang kita bahas adalah strategi singkat membuat produk informasi yang menjual. Sejak awal kegiatan marketing justru diawali oleh si penulis sendiri. Berikut ini tipsnya:

1. Topiknya menjual. Artinya topiknya memang dibutuhkan orang banyak. Tidak cuma beberapa orang saja yang membutuhkannya. Sebaiknya juga topiknya membahas aspek primer dari hidup manusia dan yang terus dibutuhkan sepanjang hidup manusia. Misalnya tentang keuangan, kesejahteraan, cara mencari uang, cara mencari kerja, dst. So, selalu tanyakan setiap anda berniat membuat produk informasi, apakah topik ini dibutuhkan banyak orang dan sepanjang zaman?
2. Pelajari yang anda suka dan tuliskan pengalaman anda itu. Setelah anda tetapkan topiknya, terus coba cari apa kira-kira yang menarik minat anda. Lalu anda hanya perlu belajar tentang hal yang anda sukai itu. Cukup luangkan waktu 2-3 jam sehari untuk mempelajari bidang yang menarik minat anda itu. Sambil belajar anda praktekkan ilmu yang anda miliki. Dan setelahnya anda bisa tuliskan ilmu yang telah anda pelajari dan praktekkan itu.
3. Kuasai copywriting. Sebagai penulis produk informasi, anda harus kuasai copywriting. Baik untuk menulis sales letter maupun dalam berpromosi. anda bisa meningkatkan kemampaun anda dengan membaca buku tentang copywriting. Tapi cara yang terbaik menurut saya adalah dengan belajar dari membaca sales letter. Coba anda kunjungi www.FormulaBisnis.com dan baca baik-baik sales letternya. Hal yang sama bisa anda lakukan setiap masuk ke website penjualan. Baca baik-baik dan terapkan dalam sales letter anda.
4. Bangun personal brand anda. Memiliki brand yang kokoh perlu anda bangun sejak awal. Agar ketika anda telah meluncurkan produk informasi anda, anda telah dikenal sebagai seseorang yang kredibel. Membentuk personal brand bisa menggunakan blog. Tentang personal branding ini juga sudah pernah dibahas oleh Mas Arief dan Mas Zams.

Keempat strategi ini bisa dikuasai seiring proses yang anda tempuh. Dan yakinlah, menulis dan menjual itu bukan hal sulit. Kalau keyakinan ini sejak awal tertanam dalam diri anda, anda akan melakukannya dengan enjoy.

Bagaimana? Anda sudah siap membuat produk informasi yang menjual?

http://www.jokosusilo.com/2009/01/05/4-strategi-singkat-membuat-produk-informasi-yang-menjual/

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sentuhan Personal: Penting untuk Membuat Konsumen Anda Loyal

Oleh : Joko Susilo

Suatu saat, anda tengah berdiri di pinggir jalan. Lalu tiba-tiba ada orang yang menyapa anda. Menanyakan kabar anda dan seterusnya. Bagaimana perasaan anda?

Wah, pasti anda akan senang. Sambil diam-diam dalam hati merasa jadi orang terkenal. Tapi bukan itu yang penting. Yang penting kemudian anda juga akan memberikan perhatian pada orang yang menyapa anda itu. Dan bahkan berusaha mengenalnya lebih jauh.

Contoh lainnya misalnya, suatu ketika anda bertemu dengan teman lama anda. Dan anda langsung bercakap dengan bahasa daerah teman anda itu. Pasti dia akan merasa senang. Walhasil hubungan anda jadi lebih akrab.


Inilah salah satu keajaiban sentuhan personal. Mereka yang semula sama sekali tak peduli pada anda, bisa langsung berubah 180 derajat. Memberikan perhatian pada anda dan menganggap anda sebagai temannya. Dan ingat, teman adalah aset yang tak ternilai.

Penggunaan sentuhan personal dalam bisnis internet amat penting. Bukan cuma untuk berkomunikasi, tapi lebih dari itu untuk menumbuhkan loyalitas konsumen.

Sentuhan personal juga lebih murah. Tak semahal kalau anda beriklan. Anda cukup mengingat nama mereka, apa hobi mereka, dan memberikan senyuman tulus. Dan saya jamin mereka akan memberikan perhatian yang lebih pada bisnis anda.

Memang menggunakan sentuhan personal hasilnya tak langsung kelihatan. Karena perlu berhubungan dengan konsumen secara satu per satu. Tapi saya yakin hasilnya akan lebih kekal. Konsumen anda loyal dan akan terus mengingat bisnis anda. Mereka akan menjadi pelanggan setia.

Nah, sekarang bagaimana sentuhan personal semacam ini bisa anda gunakan di bisnis internet?

Prinsipnya sama, hargai klien dengan memberikan pelayanan yang manusiawi. Seperti contoh di atas, sapalah klien anda dengan menyebut namanya saat anda mengirim pesan. Jika hal itu tidak mungkin anda lakukan secara manual, ada mesin autoresponder yang siap membantu.

Cara lainnya, ajaklah klien anda bercanda saat berkomunikasi. Buat mereka merasa nyaman dengan guyonan anda. Ini yang kemarin dilakukan presiden Obama untuk menjaring dukungan. Saat berkampanye di internet Obama tak pernah menganggap dirinya sebagai calon presiden Amerika. Ia memperlakukan teman-temannya di Facebook seperti seorang sahabat. Tidak hanya bicara masalah politik dan pemerintahan, Obama bahkan sering bercerita tentang hal yang lebih intim dengan para pendukungnya. Melalui cara seperti ini Obama bisa menjaga loyalitas pendukungnya hingga ia terpilih.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda siap memberi sentuhan personal pada konsumen anda? Bicaralah seperti orang yang sedang duduk bersama di sebuah warung makan kepada mereka.

Yang jelas, anda mesti memperlakukan konsumen anda seperti sahabat. Ya, jadikan mereka sebagai sahabat anda.

Salam ACTION!

http://www.jokosusilo.com/2008/12/30/sentuhan-personal-penting-untuk-membuat-konsumen-anda-loyal/

Klik disini untuk melanjutkan »»

Anda Sudah Melakukan Personal Selling untuk Bisnis Internet Anda?

Oleh : Joko Susilo

Untuk meningkatkan penjualan produk atau bisnis anda, sudah tentu marketing jadi andalannya. Dalam marketing sendiri banyak sekali jurusnya. Baik beriklan, melakukan promosi, mengadakan pameran, direct marketing, maupun personal selling.

Nah, kali ini yang akan dibahas adalah personal selling di bisnis internet. Anda siap?


Sebelumnya mari kita bahas arti personal selling. Personal selling adalah teknik komunikasi personal untuk menginformasikan sesuatu, mempengaruhi, atau mengingatkan pada prospek tentang sebuah penawaran. Tujuan personal selling jelas apalagi kalau bukan untuk meningkatkan penjualan, serta mengurangi tingkat penolakan konsumen. Mengapa bisa? Sebab biasanya pendekatan personal akan jauh lebih dahsyat efeknya dibanding dengan penawaran yang bersifat massal.

Di bisnis offline, personal selling termasuk komunikasi marketing berbiaya mahal. Wajar saja, karena seorang marketer harus menemui prospek satu demi satu, menjelaskan ke tiap prospek yang tentu makan waktu, dan butuh perlengkapan yang tak sedikit. Sebagai hitung-hitungan saja, kalau setiap marketer offline misalkan butuh waktu 1 jam untuk setiap prospek, maka sehari hanya mampu menemui sekitar 8 prospek.

Di internet? Jauh lebih banyak!

Dengan internet, anda bisa melakukan personal selling dengan sangat sangat sangat hemat dan jauh lebih cepat. Tak sampai keringatan karena berburu klien dari satu tempat ke tempat lain. Cukup dari meja kerja anda, dan anda bisa memprospek dan melayani para konsumen dengan sangat nyaman. Enak kan?

Bagaimana proses personal selling?

Proses personal selling biasanya diawali dari memprospek customer, memilah dan memilih prospek yang berkualitas, lalu mengembangkan hubungan baik, kemudian berlanjut ke penyampaian pesan penawaran.

Nah berikutnya anda harus siap dengan lontaran pertanyaan yang muncul dari konsumen. Karena itu penguasaan pengetahuan produk dengan baik wajib hukumnya. Bila tidak, anda bisa gelagapan menjawab pertanyaan konsumen.

Contoh yang berhasil antara lain seperti Mas Yono Andrianto dan Bu Titik. Mas Yono menurut saya cukup berhasil dalam melakukan personal selling lewat internet, sedang Bu Titik cukup bagus secara offline. Karena sudah menguasai produk yang dipasarkan, maka mereka mampu menjelaskan dengan baik produk-produk yang dipasarkan.

Dan proses berikutnya berlanjut ke mengclosing penawaran. Ini salah satu proses penting. Pastikan dalam setiap proses personal selling yang anda lakukan, closing tak ketinggalan. Tutup setiap penawaran anda dengan closing!

Sudah selesai?

Belum. Bila mereka kemudian bergabung dengan layanan yang anda tawarkan, maka berikutnya anda wajib menyediakan layanan dan dukungan untuk mereka. Bentuknya bisa seperti konsultasi gratis, atau dukungan terhadap mereka. Dan anda tetap harus menjaga hubungan baik dengan mereka.

Kalaupun kemudian mereka belum bergabung dengan anda, anda tetap wajib mengembangkan dan memperkuat hubungan dengan orang-orang yang anda kenal itu. Sebab banyak teman, tak ada ruginya.

Anda siap melakukan personal selling?

http://www.jokosusilo.com/2009/05/18/anda-sudah-melakukan-personal-selling-untuk-bisnis-internet-anda/

Klik disini untuk melanjutkan »»

AdvertiseShare

Exchange-Dollar

Blog-SiDoel

Si-Obama

BlogieMoney

DarDerDorBlog